Our social:

Bimbingan Teknis Program PPK Bagi Guru dan Pengawas

Kendari, Kemendikbud --- Dalam rangka menyukseskan implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan bimbingan teknis (Bimtek) kepada guru dan kepala sekolah se-Indonesia. Melalui Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah (Direktorat PTK Dikdasmen), bimtek tersebut dilakukan di 14 region.



Region lokasi Bimtek tersebut adalah Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Jambi, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, NTB, NTT, Maluku dan Papua. Salah satu lokasi pelaksanaan Bimtek dilakukan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diikuti oleh 164 peserta, terdiri dari 82 Kepala Sekolah dan 82 Pengawas Sekolah. Pelaksanaan di kota ini mulai tanggal 17 sampai dengan 20 September 2017.

“Dalam pelaksanaan bimtek para kepala sekolah dan pengawas sekolah diberikan pembekalan, dan belajar mengenai konsep dasar PPK, manajemen kepemimpinan sekolah, supervisi pengawas sekolah dalam implementasi PPK,” jelas Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah, Bambang Winarji, pada pembukaan Bimtek tersebut, di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu, (17/09/2017).

Bambang mengatakan, tugas dan fungsi kepala sekolah tidak lagi menjadi tugas tambahan, tetapi memiliki peran penting sebagai manajer sekolah. "Seorang kepala sekolah harus siap menerima segala risiko dan siap menerima kritik. Diharapkan nantinya kepala Sekolah dan pengawas dapat menjadi agen PPK di sekolah melalui pendekatan pendidikan karakter berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat sesuai dengan potensi lingkungan dan kearifan lokal,” tutur Bambang.

Pada kesempatan tersebut, Nur Komarudin selaku fasilitator Bimtek PPK menuturkan, pelaksanaan Bimtek ini dimaksudkan untuk memberikan bimbingan terhadap para guru dan pengawas terkait PPK. Selain itu juga diharapkan dapat menjadi agen untuk menularkan kepada rekan sejawat lainnya, dan diimplementasikan di daerah masing-masing.

“Pembentukan karakter bangsa ini ingin dilaksanakan secara masif dan sistematis serta terintegrasi dalam keseluruhan sistem pendidikan, budaya Sekolah dan dalam kerja sama dengan komunitas, pungkasnya. *

Kendari, 18 September 2017,
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan